Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Sekarang, dua puluh dua. Kalian ingat. (Ya.) Syiwa sedang berbicara dengan Devi, istri-Nya, tentang berbagai cara untuk mengendalikan pikiran yang mengembara agar terfokus, sehingga kita bisa mendapatkan kedamaian batin, kedamaian di dalam hati yang kita dambakan. Sekarang, ada 112 cara. Terakhir kali, kita hanya berhasil mencapai dua puluh satu. Sekarang, kita lanjutkan.Nomor dua puluh dua: Metodenya, caranya, adalah dengan mencoba “menganggap setiap bagian tubuh kalian sebagai ruang yang tak terbatas”. Misalnya, kita melihat jari, dan kita hanya melihat benda kecil bulat di sini, bentuknya sangat kecil, tetapi kalian harus pertimbangkan, pertimbangkan, pertimbangkan lagi. Mengapa kalian tertawa? Kalian menertawakan saya! (Tidak!) Lalu pertimbangkan hingga jari menjadi tak terbatas, tanpa perbatasan, tanpa batas. Dan pada saat itu, tentu saja, Kalian telah memasuki semadi. Bukan karena kalian berpikir dengan mata juling kalian. bahwa jari kalian menjadi luas, tapi karena kalian telah memperluas kesadaran kalian, kalian telah membebaskan Diri Sejati kalian. Jadi, kalian telah merasakan bahwa segala sesuatu di Alam Semesta itu luas dan tak terbatas. Paham? (Ya.) Sebenarnya, setiap kali kalian bisa berkonsentrasi pada sesuatu, kalian telah menjadi begitu luas seperti itu, itulah semadi. Tidak masalah. Ada 84.000 cara untuk berkonsentrasi. Pada kenyataannya, hampir semua yang kita lakukan dalam hidup ini, atau semua yang ada di dunia ini, adalah metode latihan, hanya karena pikiran kita sangat, sangat terhambat oleh prasangka kita sendiri – dan pola kebiasaan kita sendiri.Sebagai contoh, jika kita duduk di mana saja, maka kita akan langsung menyadari bahwa pikiran kita berkelana ke seluruh dunia, tanpa perlu tiket pesawat. Dengan kata lain, melintasi perbatasan banyak negara secara ilegal tanpa izin. Jadi, setiap kali kita mencoba melakukan sesuatu, pikiran kita tidak pernah terfokus pada hal itu. Itulah mengapa orang-orang di dunia sangat, sangat sibuk [bekerja] dari jam delapan sampai lima, dari jam sepuluh sampai enam atau berapa pun, dan dunia masih dalam kekacauan. Dan sebagian besar waktu ketika kita bekerja di perusahaan, di rumah, atau di tempat usaha, pikiran kita tidak sepenuhnya fokus, jadi kita seharusnya hanya dibayar setengah dari gaji kita, atau bahkan seperempatnya saja. atau seperlima dari itu, jujur saja. Itulah sebabnya sejak zaman dahulu, semua Guru telah menasihati kita untuk menyumbangkan setidaknya sepersepuluh dari penghasilan kita untuk amal, agar kita dapat melunasi utang dosa yang kita lakukan secara tak sengaja. Contohnya, ketika kita minum kopi terlalu lama, kita mengobrol terlalu lama saat istirahat minum kopi dan kita tidak menyadarinya, dan kita tidak melakukannya dengan sengaja, tetapi tetap saja kita menanggung beban biaya dari perusahaan, karena kita dibayar terlalu banyak untuk waktu dan upaya kita yang sedikit. Oke?Jadi, Buddha telah mengatakan bahwa tidak ada metode yang bukan metode Buddhis. Dan tidak ada sesuatu pun yang ternoda di Alam Semesta ini, kecuali pikiran kita sendiri, hati kita sendiri, yang telah ternoda oleh kebiasaan kita sendiri, oleh karma kita sendiri, cara hidup kita sendiri, cara berpikir dan berperilaku kita yang salah. Dan itulah mengapa kita memandang segalanya dengan cara yang begitu tercemar, dengan cara yang begitu salah. Oleh karena itu, jika kita ingin kembali kepada kemurnian Kerajaan Tuhan, atau Hakikat Buddha, kita harus memakai segala cara untuk terpusat, untuk berkonsentrasi pada apa pun yang kita lakukan pada saat itu. Dengan begitu, setidaknya kita selalu fokus. Jika kita tak bisa berkonsentrasi pada Metode Suci (Quan Yin) yang telah diajarkan oleh Guru kita, setidaknya kita berkonsentrasi dengan cara lain, sehingga diri kita dimurnikan. Dan janganlah memikirkan hal-hal lain yang tidak berguna, dan cara-cara duniawi dan tercemar yang semakin menghambat kita, dan semakin mempersulit kita untuk menuju Kerajaan di dalam diri, untuk menemukan kedamaian dan kebahagiaan. Karena tanpa kedamaian dan kebahagiaan batin, sangat sulit untuk mengurus urusan sehari-hari atau melakukan hal-hal yang bermakna sama sekali.Bahkan untuk bermain golf, atau bermain sepak bola, atau bermain bola basket, tenis, atau apa pun, pemain harus benar-benar berkonsentrasi pada apa yang sedang dilakukannya. Bukankah begitu? (Ya.) Yang menang adalah orang yang berlatih dengan baik dan berkonsentrasi, mencurahkan seluruh hati dan pikirannya pada latihan tersebut. Begitulah cara dia menang. Tidak ada rahasia. Tidak ada rahasia atau mungkin tidak ada yang jenius dalam hal itu. Tentu saja, mungkin beberapa orang lebih lentur daripada yang lain, mungkin tubuh mereka lebih dilengkapi dengan kelenturan, sehingga dia bisa menekuk tubuh lebih cepat dan memberikan respons yang lebih sigap kepada lawan. Namun demikian, dengan latihan dan konsentrasi, yang lain pun bisa melakukannya. Mungkin orang itu memang sudah terlahir dengan konsentrasi yang lebih besar dan pikiran yang tidak terlalu melayang-layang sebagaimana orang-orang lain. Lalu kebetulan dia menyukai sepak bola sebagai satu-satunya minatnya dalam hidup, atau mungkin dia menyukai tenis atau mungkin dia menyukai hal lain. Kemudian dengan konsentrasi yang terfokus dan tanpa keinginan atau pikiran lain yang mengganggu, dia bermain sepak bola dengan sangat baik.Ada sebuah film tentang seseorang yang bermain… apa sebutan untuk bola ketika seseorang menangkapnya dan yang lainnya…? (Bisbol.) (Bisbol.) Bisbol? (Ya.) Oh, ya, bisbol. Ada seorang pria bernama Nebraska. Kalian tahu film itu? (Di ladang jagung tempat dulunya ada lapangan bisbol di tengah ladang jagung?) Saya tidak ingat. (Ya. Saya tidak ingat apa namanya.) Apa judul film itu. Saya lupa. Tapi pemuda itu, dia bermain bola dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya. Dan dia adalah seorang juara bisbol, karena pada akhirnya, mereka mengetahui bahwa dia tidak memikirkan hal lain. Dia menolak seluruh dunia mungkin karena masa kecilnya tidak bahagia, atau hal semacam itu. Kemudian karena penolakan yang diterimanya dari dunia, dia menutup diri dari segalanya dan hanya memikirkan bola. Mungkin karena konsentrasi ini dan melalui kekurangan yang dialaminya di masa kecil yang tidak bahagia, justru dia memiliki keunggulan dalam hal berkonsentrasi. Oleh karena itu, dia menang di setiap pertandingan dan menjadi superstar – di film itu. Namun mungkin saja film itu didasarkan pada kisah nyata seorang superstar di dunia bisbol.Photo Caption: “Perbaiki EDEN dengan Segala Cara”











